( An Nur ) Sang Pemilik Cahaya

An Nur Sang Pemilik Cahaya

Ya Allah sang memberi cahaya
Berikanlah aku seberkas cahaya Mu
Seperti Cahaya Mu selalu menerangi
Kepada langit dan bumi dan seisinya
Cahaya Mu adalah selaksa lubang yang tak tembus
Yang di dalamnya ada pelita besar
Pelita itu di dalam kaca dan kaca itu selaksa bintang yang bercahaya
Seperti mutiara yang menyalakan
Minyak dari pohon yang banyak berkahnya
Yaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur
Sesuatu dan tidak pula di sebelah baratnya
Yang minyaknya saja menerangi walaupun tidak disentuh api
Cahaya di atas cahaya berlapis-lapis
Ya Allah membimbing kepada kami
Seperti Engkau membimning cahayanya
Aku tak tahu apa yang Dia kehendaki
Dan Engkau kuasa membuat perumpamaan bagi manusia
Dan Engkau Maha Mengetahui segala sesuatu
Ku bersimpuh dan bertasbih kepada Mu
Untuk dimulaikan dan disebut nama di dalamnya
Pada waktu pagi dan pada waktu petang
Aku lelaki yang dilalaikan oleh perdagangan
Dan aku pula diperbudak oleh jual beli dan tidak mengingati Mu
Kini aku mulai sadar mendirikan solat dan dari membayar zakat
Aku takut pada suatu hari
Dihari itu hati dan penglihatan menjadi goncang
Dan juga mereka yang mengerjakan demikian
Itu supaya Allah memberikan balsan kepada mereka
Dengan balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan
Dan supaya Allah menambahkan kurnianya kepada mereka
Dan Allah memberi rezeki pada siapa yang dikehendakinya
Aamiin Ya Allah Aamiin Ya Robbal Alamiin.

Malaysia Sabtu 19 Mei 2012
By.Bimo Syacki

Baca Juga Puisi Jika Aku Lupa

Jika Ku Lupa

Jika Aku Lupa

Seperti semalam, kelmarin dan zaman berzaman
Sudah fitrah alam setiap kali ombak memukul pantai
Muncul buih2 pecah berderai
Dan debur ombak, siul angin di persisiran
Camar yg berterbangan tidak pernah lupa
untuk pulang ke pangkuan alam suatu keindahan
Aku berjalan di lorong kelam
sesekali ada silau cahaya berbalam di hujung laluan,
di langit suram ditemani api lilin kehidupan yg resah
Namun…
Pepohon itu tetap hijau merimbun
Mendepang dedahan menghulur dedaunan
Pohon Haikal…..
Menadah cahaya matahari Illahi
Meneduh musafir kehausan
Tapi aku masih menghuni
Di kampung kesamaran
Sudah fitrah alam.. Hujan yang turun merenjis
Para Roh yang keresahan terduduk
Kering dari bait bait surah
Helai demi helai baris demi baris kalamullah
Sudah fitrah alam
Para perbukitan dan Sang Pergunungan
dengan angkatan paku pakis
Memasak alam patuh pada perintah Tuhan
Sami’na wa atho’na
Tidak seperti aku..yang sesekali engkar
Tidak tunduk .., tidak mendengar dan
Tidak patuh pada perintah Tuhan….
Mewah dalam kelalaian
Sering berteman delima kekusutan
Acapkali terlupa…
Ayat berapa?
Surah berapa?
Di helaian berapa..
Dan sejuta apa.. apa dan apa
Tuhan… Maafkan aku …..
Ampunkan daku Atas sejuta kealpaan

Malaysia Sabtu 19 Mei 2012
By Bimo Syackti

Baca juga puisi Hujan

Hujan

  Hujan 

Dikala hujan turun membasahi bumi
Hati aku juga dibasahi oleh hujan air mata
Yang gugurnya oleh sebab derita perpisahan
Ia membuat hati ini menderita
Walaupun tidak siapa pun mengetahuinya
Penderitaan yang aku lalui
Aku terpaksa melepaskanya kerana aku tidak mampu
Menandinginya kerana aku Cuma seekor gagak yang kesepian
Sedangkan si dia seekor merpati putih yang jauh lebih hebat dari diri ku
Namun begitu hati ini tidak akan lupa raut wajah mu
Sinar cahaya mata mu yang membuat diri ini hayal
Hayal dengan bayang sendiri
Membuat aku lupa akan diri ini
Aku tidak mampu menandingi mu
Namun jauh di sanubari ku
Ku selit rasa cinta ku agar tidak siapa yang mengetahuinya

Malaysia Kamis 17 Mei 2012

By.Bimo Syackti

Baca juga Cerita Duka  

Cerita Duka

Cerita Duka

Cerita duka

Terik matahari di atas kepala berganti gerimis
Merintih anak kecil meratap sedih sebujur tubuh kaku di sebelahnya
Di goyang di sentap tidak bergerak dipandang sekeliling menarik simpati
Teriak tangis ibu berpakaian hitam duduk diatas rimbunan batu
Melaung takbir kepala mendongak ke langit
sambil tudung menyapu air mata
Dipangkunya berlumuran darah seorang jasad
Disapunya muka jasad itu diciumnya dengan penuh duka
Sambil tangisnya bergema syahdu cerita anak tadi tidak berakhir lagi
Masih lagi setia duduk di sebelah ibunya mungkin penat menangis
Atau sangka ibunya tidur sementara wanita diatas rimbunan batu melihat
Airmatanya mengalir laju melihat anak kecil itu apakah kudratnya membantu
Hanya melihat dari jauh dari jauh kelihatan sekumpulan pemuda
Berlari menuju memberi bantuan mendaki batu-batuan
Yang tadi sebuah rumah yang indah didukung jasad anak ibu itu
Harapan ibu anaknya masih bernyawa
Seorang pemuda menghampiri anak kecil
sangkanya anak itu mati bersama ibunya
Alangkah pilunya hati pemuda bila melihat anak kecil
Sebenarnya sedang menyusu dari ibunya yang sudah tiada
Didukungnya anak kecil langkah pemuda tidak segagah tadi
Kerna baru tadi dia melihat sesuatu yang meruntun hati
Didukungnya anak kecil kearah ibu kematian anak
Ibu tadi meliht apa yang berlaku diambil anak itu
di selaknya baju
akhirnya anak itu tertidur
ibu melirik senyum dalam duka
didalam hatinya berkata
ya allah ya rabbi
adakah anak ini penganti anakku
adakah aku penganti ibunya
dipeluk erat anak itu
tangis ibu sayup kedengaran

Malaysia Kamis 17 Mei 2012
By.Bimo Syackti

 Baca juga puisi Cahaya Insani

Cahaya Insani

Cahaya Insani

Jangan kau takuti
Jalan kehidupan ini
Yang dipenuhi dengan duri
Yang mencalar jiwamu
Mencakar maruahmu
Kau harus teruskan
Jangan kau tinggalkan
Iman titianmu ke alam sana
Doa pelangimu yang menghiasi dunia
Usahalah kau, kecapi syurga
Lepaskan rindumu ke awan cinta

Jangan kau ragui
Kebenaran yang hakiki
Terpancar dari jiwa-jiwa murni
Yang sedang tunduk setia pada Illahi
Kau harus mulakan
Jangan kau lupakan
Perjuangan demi secebis harapan
Demi subuh yang kesunyian
Tanpa kemerduan suara azan
Pilihlah cahaya suci keinsafan

Malaysia Kamis 16 Mei 2012
By.Bimo Syackti

Baca juga Puisi Hanya kau ku rindu

Hanya kau ku rindu…

Hanya kau ku rindu

kelam malam menyeliputi sepi…
menerbangkan dedaun menyentuh pipi…
mengesat air satria gagah berani…
berjuang hingga hilang arah berlari…
dimana langkah dimana kini…
siapa kembali siapa pergi…
masihkah ada harapan dimasa ini…

merekah bergetar terasa dibenak hati…
menyulam tanah dibungkus sendiri…
biarkan masa laju berlari…
meninggalkan kesan luka-luka diri…
jasad parah terhunus duri-duri…
memerhati saat-saat kembali…
tiada siapa mengelilingi…
tiada siapa temani…
hanya bayang singgah memberi harga diri…

hujan melimpahkan air merah membasai…
menghilangkan kesan kesakitan dialami…
membuatkan jiwa teguh mendekati…
berjanji pada diri…
Tiada… tiada… hanya Kau ku rindui…
mengapakah aku masih tidak mati…
ungkapkan kalimah hunuskan lagi…
biar melimpah biar bersepah jasad mati…
tetap teguh ingin memiliki…
aku hanya hamba… perlukah hamba tidak mentaati…

Baca juga Puisi Jeritan Jiwa

Jeritan Jiwa

Tangisan jiwa

tetesan air di atas daun
mengalir jatuh siram rerumputan
alangkah getir rasa lidah
mengucap kata …..” selamat tinggal”
Ya Rahim………..
terasa pirih dan pedih
ketika cinta hanya permainan
hancur rasa dalam jiwa
ku harap Engkau juga merasakan nya
karena maqam Mu ada pada jiwa ku
Ya Maha Mendengar
jeritan ku memohon pada Mu
berikan dia kebahagiaan
biar ku jalani derita ini
walau hatiku sangat merindukan nya
kepada Mu aku pasrah dalam pengharapan

Baca juga puisi Kumandang Azdan

19jns

The greatest WordPress.com site in all the land!

Ana Erfina

istri ku yang tercinta

Olives' Diary

“Menulis dapat menghilangkan rasa sesak di dada. Pindah ke Pluto mampu menghilangkan semua rasa sesak di Bumi. Terus menulis sampai pesawat menuju Pluto itu datang”

Just Writing

sesuatu yang pakai hati pasti akan sampai ke hati..

KANDAS TANPA BEKAS

Syair dan Puisi Karya Bimo Syackti

Tanda Cinta Kita

Kartini Bt Lukman

AHAO's Blog

Hal Kecil dan Terabaikan Bisa Dibikin Jadi Penting :-)

Kasihilah Makhluk Yang di Bumi, Niscaya Allah Yang Berada Di Atas langit Akan Mengasihimu

Kasihilah makhluk yang di bumi, semoga yang di langit mengasihimu

AngananTyas Blog

karena aku bukan anak raja, bukan pangeran berkuda, bukan pula dewa, maka akan kubingkai kata kata, hingga ku dikenang dunia

WO AI NI - ISLAM

Meniti jejak As-Salaf Ash-Shaleh

Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

PENGERTIAN & ARTI

Just another WordPress.com site

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 24.083 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: