Kasih

Waktu terus berjalan.. haripun silih berganti… dan syair itu
semakin sirna… seolah aku mengenal pribadi yg berbeda,..

Dimanakah insan yang aku kagumi selama ini….
Dimanakah hamba Allah yang aku banggakan selama ini..??

Kasih…
Kemana perginya keindahanmu.. sungguh aku merasa kau
bukan yang kukenal dahulu…
Dan kehangatan itu memudar, kita sering bersitegang,
ach.. aku putuskan untuk tidak mengganggu ketenangan hidupmu..
Kasih…..
Maafkan jika selama kebersamaan kita aku banyak membebanimu..
aku merindukanmu… sungguh, aku tak kuasa menahan gejolak jiwa,
namun akupun tak kuasa untuk menghubungimu..
Aku yang buat keputusan ini,…
ach….. seandainya engkau masih yang dulu…
Aku pasti takkan berfikir panjang untuk menyapamu kembali…
Aku pasti takkan merasa malu meski harus mengemis belas kasihanmu..
Aku takkan merasa hina untuk memohon keikhlasanmu menjadi sahabatku lagi..
Seperti sebelum kita kembali menguntai kasih…
Namun acap kali ku urungkan niatku, karna kau takkan mengobati kerinduanku….
Merendahkan harga diriku kan membuat hati ini kian perih., kan membuat bathin ini kian
tersiksa… karna aku takkan menemukan malaikat hatiku.,. karna aku
takkan mendengar syair indah itu…. lantas apa yg tersisa
dihatiku..??
Sebatas rasa cinta terhadap keduniaan?
Sebatas rasa cinta terhadap kaum Adam??
Karna yang membawaku mencintainya karna Allah kian lama kian sirna…
Pantaskah aku sebagai hamba Allah..??
Aku tidak mau dia menjadi berhala dalam hatiku., aku harus tegaskan pada
hatiku bahwa aku mencintainya karna Allah..
Karna dialah yg membukakan kesadaranku….
Aku tak mau syetan menguasai jiwaku..
Aku sendiri tidak tau apa yg terjadi padanya hingga dia banyak berubah……..

Aku hanya mampu berdo’a smoga Allah menerangi jalannya..
mengembalikan ia pada ketaqwaannya…. menutupi jalan jalan maksiat
dihadapannya,, dan menjauhkan syetan dari hatinya,.. aku tidak ingin
seorana yg aku puja karna tingkat keimanannya termakan arus pergaulan
dunia luarnya….

Aku merindukannya… ….. sungguh…………
setiap malam malamku hanya mampu merenungi potretnya… membayangkan
saat saat indah dulu.. lalu ku tersenyum……… kulantunkan do’a
untuknya.. lantas kuterlelap……………………..

Malaysia Kamis 20 September 2012

By Bimo Syackti

Baca juga Puisi The promise of my love

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ana Erfina

istri ku yang tercinta

Olives' Diary

“Menulis dapat menghilangkan rasa sesak di dada. Pindah ke Pluto mampu menghilangkan semua rasa sesak di Bumi. Terus menulis sampai pesawat menuju Pluto itu datang”

Just Writing

sesuatu yang pakai hati pasti akan sampai ke hati..

KANDAS TANPA BEKAS

Syair dan Puisi Karya Bimo Syackti

Tanda Cinta Kita

Kartini Bt Lukman

AHAO's Blog

Hal Kecil dan Terabaikan Bisa Dibikin Jadi Penting :-)

Kasihilah Makhluk Yang di Bumi, Niscaya Allah Yang Berada Di Atas langit Akan Mengasihimu

Kasihilah makhluk yang di bumi, semoga yang di langit mengasihimu

AngananTyas Blog

karena aku bukan anak raja, bukan pangeran berkuda, bukan pula dewa, maka akan kubingkai kata kata, hingga ku dikenang dunia

WO AI NI - ISLAM

Meniti jejak As-Salaf Ash-Shaleh

Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

PENGERTIAN & ARTI

Just another WordPress.com site

%d blogger menyukai ini: